Bagikan laman ini

Belajar X dalam Y Menit

Dimana X=java

Java adalah bahasa pemrograman yang memiliki tujuan umum dan berorientasi kelas dan objek. Baca lebih lanjut.

// Komentar satu baris diawali dengan // (dua garis miring)
/*
Ini adalah contoh komentar banyak-baris.
*/
/**
Ini adalah contoh komentar JavaDoc. Digunakan untuk mendeskripsikan sebuah kelas,
atau beberapa sifat dari kelas tersebut.
*/

// Menyertakan kelas ArrayList dalam paket java.util
import java.util.ArrayList;
// Menyertakan semua kelas yang ada dalam paket java.security
import java.security.*;

// Setiap dokumen .java sebuah kelas publik dengan nama yang sama dengan nama kelas.
public class BelajarJava {

    // Untuk menjalankan program java, program harus memiliki sebuah method utama (main) sebagai awalan.
    public static void main (String[] args) {

        // System.out.println() digunakan untuk menampilkan satu baris teks.
        System.out.println("Halo Dunia!");
        System.out.println(
            "Integer: " + 10 +
            " Double: " + 3.14 +
            " Boolean: " + true);

        // System.out.print() hanya menampilkan teks tanpa baris baru.
        System.out.print("Halo ");
        System.out.print("Dunia");

        // System.out.printf() memudahkan dalam mengatur format penampilan.
        System.out.printf("pi = %.5f", Math.PI); // => pi = 3.14159

        ///////////////////////////////////////
        // Variabel
        ///////////////////////////////////////

        /*
        *  Deklarasi Variabel
        */
        // Deklarasi variabel menggunakan format <tipe> <nama>
        int nilai;
        // Deklarasi banyak variabel menggunakan format yang sama <tipe> <nama1>, <tipe> <nama2>, <tipe> <nama3>
        int nilai1, nilai2, nilai3;

        /*
        *  Inisialisasi Variabel
        */

        // Inisialisasi sebuah variabel menggunakan <tipe> <nama> = <nilai>
        int nilai = 1;
        // Inisialisasi banyak variabel menggunakan format yang sama <tipe> <nama1>, <nama2>, <nama3> = <nilai>
        int nilai1, nilai2, nilai3;
        nilai1 = nilai2 = nilai3 = 1;

        /*
        *  Tipe Variabel
        */
        // Byte - 8 bit signed untuk bilangan bulat komplemen 2
        // (-128 <= byte <= 127)
        byte nilaiByte = 100;

        // Short - 8 bit signed untuk bilangan bulat komplemen 2
        // (-32,768 <= short <= 32,767)
        short nilaiShort = 10000;

        // Integer - 32 bit signed untuk bilangan bulat komplemen 2
        // (-2,147,483,648 <= int <= 2,147,483,647)
        int nilaiInt = 1;

        // Long - 64 bit signed untuk bilangan bulat komplemen 2
        // (-9,223,372,036,854,775,808 <= long <= 9,223,372,036,854,775,807)
        long nilaiLong = 100000L;
        // Karakter "L" pada akhir nilai menyatakan tipe Long;
        // selainnya akan dianggap sebagai nilai bilangan bulat.

        // Catatan: Java tidak memiliki tipe unsigned.

        // Float - Presisi-satu 32-bit standar IEEE 754 untuk Floating Point
        // 2^-149 <= float <= (2-2^-23) * 2^127
        float nilaiFloat = 234.5f;
        // Karakter "f" atau "F" pada akhir nilai menyatakan tipe Float;
        // selainnya akan dianggap sebagai nilai double.

        // Double - Presisi-dua 64-bit standar IEEE 754 untuk Floating Point
        // 2^-1074 <= x <= (2-2^-52) * 2^1023
        double nilaiDouble = 123.4;

        // Boolean - true & false
        boolean nilaiBoolean = true;
        boolean nilaiBoolean = false;

        // Char - Sebuah karakter Unicode 16-bit
        char nilaiChar = 'A';

        // Variabel "final" tidak dapat di-set kembali nilainya pada objek lain,
        final int WAKTU_SAYA_BEKERJA_TIAP_MINGGU = 9001;
        // tapi dapat dilakukan inisialisasi diwaktu yang lain.
        final double E;
        E = 2.71828;


        // BigInteger - Bilangan bulat yang memiliki presisi dinamis
        //
        // BigInteger adalah tipe data yang memungkinkan pembuat program untuk memanipulasi
        // bilangan bulat lebih panjang dari 64-bit. Bilangan bulat tersebut tersimpan dalam
        // bentuk kumpulan byte (array) dan dimanipulasi menggunakan fungsi yang sudah tersedia
        // pada BigInteger
        //
        // BigInteger dapat diinisialisasi menggunakan kumpulan byte atau teks.

        BigInteger nilaiBigInteger = new BigInteger(kumpulanByte);


        // BigDecimal - Bilangan signed desimal yang memiliki presisi dinamis
        //
        // Tipe BigDecimal memiliki dua bagian: sebuah bilangan bulat dengan nilai presisi
        // dinamis tanpa skala dan sebuah bilangan bulat skala 32-bit.

        // BigDecimal memungkinkan pembuat program untuk memegang kontrol penuh
        // terhadap batas desimal. BigDecimal baik digunakan untuk nilai tukar mata uang
        // dimana sangat mementingkan presisi nilai desimal.
        //
        // BigDecimal dapat diinisialisasi dengan int, long, double, String,
        // atau dengan melakukan inisialisasi nilai tanpa skala (BigInteger) 
        // dan nilai dengan skala (int). 

        BigDecimal nilaiBigDecimal = new BigDecimal(nilaiBigInteger, nilaiInt);

        // Perlu diperhatikan konstruktor yang digunakan apakah float atau double
        // karena dapat mengakibatkan ketidak-akurasian float/double yang akan digunakan
        // dalam BigDecimal. Sebaiknya gunakan nilai String pada konstruktor
        // jika membutuhkan nilai pasti.

        BigDecimal sepuluhSen = new BigDecimal("0.1");


        // Strings
        String nilaiString1 = "Ini adalah contoh String!";

        // Karakter \n berfungsi untuk membuat baris baru 
        String nilaiString2 = "Menampilkan baris baru?\nTidak masalah!";
        // Karakter \t berfungsi untuk membuat tab antar karakter
        String nilaiString3 = "Ingin menambahkan sebuah tab?\tTidak masalah!";
        System.out.println(nilaiString1);
        System.out.println(nilaiString2);
        System.out.println(nilaiString3);

        // Larik (array)
        // Ukuran array harus ditentukan ketika instansiasi
        // Format berikut adalah beberapa cara deklarasi array
        // <tipe data>[] <nama variabel> = new <tipe data>[<ukuran array>];
        // <tipe data> <nama variabel>[] = new <tipe data>[<ukuran array>];
        int[] barisAngka = new int[10];
        String[] barisString = new String[1];
        boolean barisBoolean[] = new boolean[100];

        // Cara lain untuk mendeklarasikan dan menginisialisasi sebuah array
        int[] y = {9000, 1000, 1337};
        String nama[] = {"Andi", "Budi", "Agus"};
        boolean bools[] = new boolean[] {true, false, false};

        // Indeks sebuah array - Mengakses sebuah elemen
        System.out.println("barisAngka @ 0: " + barisAngka[0]);

        // Array menggunakan indeks 0 yang tetap.
        barisAngka[1] = 1;
        System.out.println("barisAngka @ 1: " + barisAngka[1]); // => 1

        // Lainnya yang perlu diketahui
        // ArrayLists - Sama seperti array biasa, namum penggunaannya sudah ditentukan,
        //              dan ukurannya dapat berubah-ubah.
        // LinkedLists - Implementasi dari doubly-linked list. Semua operasi yang digunakan
        //               hampir sama dengan operasi yang dimiliki oleh sebuah doubly-linked list.
        // Maps - Sebuah kumpulan objek yang menyatakan hubungan antara kunci dan nilai. Map merupakan
        //        sebuah interface sehingga tidak dapat diinstansiasi. Jenis kunci dan nilai yang digunakan
        //        pada Map harus spesifik pada saat instansiasi ketika diimplementasikan pada sebuah kelas.
        //        Setiap kunci hanya memiliki sebuah nilai, dan hanya muncul sekali.
        // HashMaps - Kelas ini menggunakan tabel-hash untuk mengimplementasikan interface Map.
        //            Hal ini memungkinkan waktu eksekusi ketika melakukan operasi dasar (mengakses
        //            dan menambahkan elemen) menjadi konstan, meskipun memiliki banyak set data.

        ///////////////////////////////////////
        // Operator
        ///////////////////////////////////////
        System.out.println("\n->Operator");

        int i1 = 1, i2 = 2; // Cara singkat untuk deklarasi banyak nilai

        // Kemudahan dalam artimatika
        System.out.println("1+2 = " + (i1 + i2)); // => 3
        System.out.println("2-1 = " + (i2 - i1)); // => 1
        System.out.println("2*1 = " + (i2 * i1)); // => 2
        System.out.println("1/2 = " + (i1 / i2)); // => 0 (int/int menghasilkan int juga)
        System.out.println("1/2 = " + (i1 / (double)i2)); // => 0.5

        // Modulus
        System.out.println("11%3 = "+(11 % 3)); // => 2

        // Operator Perbandingan
        System.out.println("3 == 2? " + (3 == 2)); // => false
        System.out.println("3 != 2? " + (3 != 2)); // => true
        System.out.println("3 > 2? " + (3 > 2)); // => true
        System.out.println("3 < 2? " + (3 < 2)); // => false
        System.out.println("2 <= 2? " + (2 <= 2)); // => true
        System.out.println("2 >= 2? " + (2 >= 2)); // => true

        // Operator Boolean
        System.out.println("3 > 2 && 2 > 3? " + ((3 > 2) && (2 > 3))); // => false
        System.out.println("3 > 2 || 2 > 3? " + ((3 > 2) || (2 > 3))); // => true
        System.out.println("!(3 == 2)? " + (!(3 == 2))); // => true

        // Operator Bitwise
        /*
        ~      Unary bitwise complement
        <<     Signed left shift
        >>     Signed/Arithmetic right shift
        >>>    Unsigned/Logical right shift
        &      Bitwise AND
        ^      Bitwise exclusive OR
        |      Bitwise inclusive OR
        */

        // Peningkatan
        int i = 0;
        System.out.println("\n->Pengurangan/Peningkatan");
        // Operator ++ dan -- masing-masing melakukan peningkatan dan penurunan 1 nilai.
        // Jika diletakkan sebelum variabel, maka akan di tambah/kurang 1 sebelum dilakukan perintah lainnya;
        // jika setelah variabel, maka akan ditambah/kurang 1 setelah dilakukan perintah lainnya;
        System.out.println(i++); // i = 1, prints 0 (peningkatan setelahnya)
        System.out.println(++i); // i = 2, prints 2 (peningkatan sebelumnya)
        System.out.println(i--); // i = 1, prints 2 (pengurangan setelahnya)
        System.out.println(--i); // i = 0, prints 0 (pengurangan sebelumnya)

        ///////////////////////////////////////
        // Struktur Kontrol
        ///////////////////////////////////////
        System.out.println("\n->Struktur Kontrol");

        // Perintah "if" hampir sama dengan bahasa C
        int j = 10;
        if (j == 10) {
            System.out.println("Saya ditampilkan");
        } else if (j > 10) {
            System.out.println("Saya tidak ditampilkan");
        } else {
            System.out.println("Saya juga tidak ditampilkan");
        }

        // Perulangan "while"
        int fooWhile = 0;
        while(fooWhile < 100) {
            System.out.println(fooWhile);
            // Tingkatkan penghitung
            // 100 kali iterasi, fooWhile 0,1,3,...,99
            fooWhile++;
        }
        System.out.println("Nilai fooWhile: " + fooWhile);

        // Perulangan "do...while"
        int fooDoWhile = 0;
        do {
            System.out.println(fooDoWhile);
            // Tingkatkan penghitung
            // 99 kali iterasi, fooDoWhile 0->99
            fooDoWhile++;
        } while(fooDoWhile < 100);
        System.out.println("Nilai fooDoWhile: " + fooDoWhile);

        // Perulangan "for"
        // Struktur perulangan "for" => for(<awal_pernyataan>; <kondisi>; <langkah/tahapan>)
        for (int fooFor = 0; fooFor < 10; fooFor++) {
            System.out.println(fooFor);
            // 10 kali iterasi, foofor 0-9
        }
        System.out.println("Nilai fooFor: " + fooFor);

        // Perulangan "for" bertingkat dengan label "exit"
        outer:
        for (int i = 0; i < 10; i++) {
          for (int j = 0; j < 10; j++) {
            if (i == 5 && j ==5) {
              break outer;
              // Menghentikan semua perulangan, tidak hanya perulangan bagian dalam saja 
            }
          }
        }

        // Perulangan "for each"
        // Perulangan "for" juga dapat melakukan iterasi terhadap larik (array) dari objek
        // yang mana mengimplementasikan interface Ieterable.
        int[] fooList = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9};
        // Struktur perulangan "for each" => for (<objek> : <iterable>)
        // dibaca: setiap elemen dalam iterable
        // catatan: tipe objek harus sama dengan tipe iterable

        for (int bar : fooList) {
            System.out.println(bar);
            // Melakukan interasi sebanyak 9 kali dan menampilkan 1-9 tiap baris
        }

        // "switch case"
        // "switch" dapat digunakan pada byte, short, char, dan tipe data bilangan bulat (int).
        // "switch" juga dapat digunakan pada tipe "enum" (dijelaskan nanti), kelas String,
        // dan beberapa kelas khusus yang mengandung tipe data primitif:
        // Character, Byte, Short, dan Integer.
        int bulan = 3;
        String bulanString;
        switch (bulan) {
            case 1: bulanString = "Januari";
                    break;
            case 2: bulanString = "Februari";
                    break;
            case 3: bulanString = "Maret";
                    break;
            default: bulanString = "Bulan lainnya";
                     break;
        }
        System.out.println("Hasil switch case: " + bulanString);

        // Mulai dari Java 7 keatas, "switch" memiliki format:
        String jawabanSaya = "mungkin";
        switch(jawabanSaya) {
            case "ya":
                System.out.println("Anda menjawab ya.");
                break;
            case "tidak":
                System.out.println("Anda menjawab tidak.");
                break;
            case "mungkin":
                System.out.println("Anda menjawab mungkin.");
                break;
            default:
                System.out.println("Anda menjawab " + jawabanSaya);
                break;
        }

        // Pengkondisian dengan cara singkat
        // Karakter '?' dapat digunakan untuk penilaian atau logika secara cepat antara dua pernyataan.
        // Dibaca "Jika (pernyataan) adalah benar, gunakan <nilai pertama>, sisanya gunakan <nilai kedua>
        int foo = 5;
        String bar = (foo < 10) ? "A" : "B";
        System.out.println(bar); // Menampilkan A, karena pernyataannya benar


        ////////////////////////////////////////
        // Konversi Data dan Tipe Data (Typecasting)
        ////////////////////////////////////////

        // Konversi Data

        // Konversi String ke Integer
        Integer.parseInt("123");    // menghasilkan nilai versi Integer dari "123"

        // Konversi Integer ke String
        Integer.toString(123);      // menghasilkan nilai versi String dari 123

        // Untuk konversi lainnya silakan coba kelas berikut:
        // Double
        // Long
        // String

        // Typecasting
        // Objek dalam Java juga dapat dikonversi, banyak penjelasan dan aturan
        // dengan beberapa konsep sederhana. Silakan cek di alamat berikut:
        // http://docs.oracle.com/javase/tutorial/java/IandI/subclasses.html


        ///////////////////////////////////////
        // Kelas dan Fungsi
        ///////////////////////////////////////

        System.out.println("\n->Kelas & Fungsi");

        // (penjelasan mengenai kelas "Sepeda" ada dibawah)

        // Gunakan "new" untuk melakukan instansiasi pada kelas
        Sepeda laju = new Sepeda();

        // Memanggil method objek
        laju.tambahKecepatan(3); // Dapat juga digunakan "setter" dan "getter" method
        laju.setIrama(100);

        // Method "toString()" menghasilkan representasi string dari objek.
        System.out.println("informasi jalur: " + laju.toString());

        // Dua Pasang Inisialisasi
        // Bahasa Java tidak memiliki sintaks untuk membuat koleksi dari "static" sekaligus
        // dengan mudah, kecuali dengan cara berikut:

        private static final Set<String> NEGARA = new HashSet<String>();
        static {
           validCodes.add("INDONESIA");
           validCodes.add("MALAYSIA");
           validCodes.add("SINGAPURA");
        }

        // Terdapat cara yang baik untuk menulis skrip dengan mudah,
        // dengan menggunakan Dua-Kurung Kurawal Inisialisasi (Double Brace Initialization)

        private static final Set<String> NEGARA = new HashSet<String>() {{
            add("INDONESIA");
            add("MALAYSIA");
            add("SINGAPURA");
        }}

        // Kurung kurawal yang pertama membuat sebuah AnonymousInnerClas
        // dan kurung kurawal yang kedua mendeklarasikan instance dari blok
        // inisialisasi. Blok ini kemudian dipanggil ketika InnerClass dibentuk.
        // Cara ini tidak hanya berfungsi pada koleksi data, juga dapat digunakan
        // pada semua kelas bukan-"final".

    } // Akhir dari method utama
} // Akhir dari kelas BelajarJava


// Kelas bukan-"public" lainnya dapat dimasukkan kedalam satu dokumen .java,
// namun tidak dianjurkan, sebaiknya memisahkan menjadi beberapa dokumen terpisah.

// Sintaks pendeklarasian kelas:
//<public/private/protected> class <nama kelas> {
//    // isi data, konstruktor, dan fungsi.
//    // dalam Java, fungsi biasa disebut juga "method"
// }

class Sepeda {

    // Variabel dari kelas Sepeda
    public int irama;       // Public: dapat diakses dari manapun
    private int kecepatan;  // Private: hanya dapat diakses dari dalam kelas
    protected int rodaGigi;     // Protected: dapat diakses dari dalam kelas dan turunan kelas
    String nama;            // Default: hanya dapat diakses kelas yang berada dalam paket yang sama

    static String namaKelas;    // Variabel "static"

    // Blok Static
    // Java tidak memiliki implementasi untuk konstruktor "static", namun
    // memiliki blok status yang dapat digunakan untuk inisialisasi variabel
    // dalam kelas (variabel "static").
    // Blok ini akan dipanggil secara otomatis ketika kelas dijalankan.
    static {
        namaKelas = "Sepeda";
    }

    // Konstruktor adalah salah satu cara untuk membuat kelas
    // Ini adalah bagian konstruktor
    public Sepeda() {
        // Dapat juga dipanggil konstruktor lainnya:
        // this(1, 50, 5, "Bontrager");
        rodaGigi = 1;
        irama = 50;
        kecepatan = 5;
        nama = "Bontrager";
    }

    // Ini adalah bagian konstruktor yang menggunakan argumen (parameter)
    public Sepeda(int iramaAwal, int kecepatanAwal, int rodaGigiAwal,
        String nama) {
        this.rodaGigi = rodaGigiAwal;
        this.irama = iramaAwal;
        this.kecepatan = kecepatanAwal;
        this.nama = nama;
    }

    // Sintaks untuk method:
    // <public/private/protected> <tipe kembalian> <nama fungsi>(<args>)

    // Kelas Java terkadang mengimplementasikan "getters" dan "setters" untuk data.

    // Sintaks untuk deklarasi method:
    // <public/private/protected> <tipe kembalian> <nama fungsi>(<args>)
    public int getIrama() {
        return irama;
    }

    // Tipe "void" tidak memiliki kembalian (return) nilai
    public void setIrama(int nilaiBaru) {
        irama = nilaiBaru;
    }

    public void setRodaGigi(int nilaiBaru) {
        rodaGigi = nilaiBaru;
    }

    public void tambahKecepatan(int nilaiTambahan) {
        kecepatan += nilaiTambahan;
    }

    public void kurangiKecepatan(int nilaiPengurangan) {
        kecepatan -= nilaiPengurangan;
    }

    public void setNama(String namaBaru) {
        nama = namaBaru;
    }

    public String getNama() {
        return nama;
    }

    // Method untuk menampilkan nilai dari tiap atribut yang dimiliki objek Sepeda.
    @Override // Diturunkan dari kelas "Object" (Pustaka Java).
    public String toString() {
        return "roda gigi: " + rodaGigi + " irama: " + irama + " kecepatan: " + kecepatan +
            " nama: " + nama;
    }
} // akhir dari kelas Sepeda

// PennyFarthing adalah kelas turunan dari Sepeda
class PennyFarthing extends Sepeda {
    // (Penny Farthings adalah sepeda dengan roda depan yang besar,
    // dan tidak memiliki roda gigi.)
    // (Penny Farthings are those bicycles with the big front wheel.
    // They have no gears.)

    public PennyFarthing(int startCadence, int startSpeed) {
        // Call the parent constructor with super
        super(startCadence, startSpeed, 0, "PennyFarthing");
    }

    // You should mark a method you're overriding with an @annotation.
    // To learn more about what annotations are and their purpose check this
    // out: http://docs.oracle.com/javase/tutorial/java/annotations/
    @Override
    public void setRodaGigi(int rodaGigi) {
        roda rodaGigi = 0;
    }
}

// Interfaces
// Sintaks untuk deklarasi Interface
// <level akses> interface <nama interface> extends <interface induk> {
//     // Konstan
//     // Deklarasi method
// }

// Contoh - Makanan:
public interface dapatDimakan {
    public void makan();    // Setiap kelas yang menggunakan interface "dapatDimakan",
                            // harus mengimplementasikan method "makan".
}

public interface dapatDicerna {
    public void cerna();
}


// Membuat kelas dengan mengimplementasikan dua interface dalam satu waktu.
public class Buah implements dapatDimakan, dapatDicerna {

    @Override
    public void makan() {
        // ...
    }

    @Override
    public void cerna() {
        // ...
    }
}

// Dalam Java, kelas hanya dapat diturunkan sekali, tapi dapat mengimplementasikan
// banyak interface. Contoh:
public class ContohKelas extends ContohKelasInduk implements InterfaceSatu,
    InterfaceDua {

    @Override
    public void MethodInterfaceSatu() {
    }

    @Override
    public void MethodInterfaceDua() {
    }

}

// Kelas Abstrak (Abstract)
// Sintaks untuk deklarasi kelas abstrak
// Abstract Class declaration syntax
// <level akses> abstract <nama kelas abstrak> extends <induk kelas abstrak> {
//     // Konstan dan variabel
//     // Deklarasi method

// Menjadikan kelas sebagai abstrak adalah memungkinkan kelas berisi method abstrak
// yang harus didefinisikan pada kelas turunannya. Mirip dengan Interface, kelas abstrak
// tidak dapat dilakukan instansiasi, namun harus diturunkan pada kelas lain dan method abstrak
// harus didefinisikan. Perbedaannya dengan Interface ialah kelas abstrak dapat berisi method
// kongkrit dan method abstrak. Pada Interface method tidak dapat memiliki isi, artinya hanya
// method statis, dan variabel langsung ditentukan menjadi final, tidak seperti kelas abstrak.
// Kelas abstrak juga dapat memiliki method "main".

public abstract class Hewan
{
    public abstract void bersuara();

    // Method biasa dapat memiliki isi
    public void makan()
    {
        System.out.println("Saya adalah hewan dan Saya makan.");
        // Catatan: Kita dapat mengakses variabel private yang ada disini.
        umur = 30;
    }

    // Tidak perlu dilakukan inisialisasi, berbeda dengan Interface
    // sebuah variabel adalah final dan harus dilakukan inisialisasi. 
    protected int umur;

    public void tampilkanUmur()
    {
        System.out.println(umur);  
    }

    // Kelas abstrak dapat memiliki fungsi utama (main).
    public static void main(String[] args)
    {
        System.out.println("Saya adalah kelas abstrak!");
    }
}

class Kucing extends Hewan
{
    // Catatan: kelas ini harus melakukan override method abstrak
    // yang ada pada kelas abstrak (induk).
    @Override
    public void bersuara()
    {
        System.out.println("Moe");
        // umur = 30;   ==> ERROR!  umur merupakan variabel private pada abstrak Hewan
    }

    // CATATAN: Akan muncul error jika menggunakan 
    // keterangan @Override pada method utama (main),
    // Java tidak mengizinkan hal tersebut.
    // Kejadian ini sering disebut sebagai METHOD HIDING.
    // Pertanyaan-jawaban yang menarik dapat dilihat: http://stackoverflow.com/questions/16313649/
    public static void main(String[] args)
    {
        Kucing moe = new Kucing();
        noe.bersuara();
        moe.makan();
        moe.tampilkanUmur();
    }
}

// Kelas Final

// Sintaks untuk deklarasi kelas Final
// <level akses> final <nama kelas final> {
//     // Konstann dan variabel
//     // Deklarasi method
// }

// Kelas Final merupakan kelas yang tidak dapat diturunkan sehingga menjadikan
// method tersebut turunan method terakhir. Disisi lain, kelas final merupakan
// lawan dari kelas abstrak karena kelas abstrak dapat diturunkan lagi, sedangkan
// kelas final tidak dapat diturunkan lagi.
public final class Serigala extends Hewan
{
    // Catatan: method abstrak harus di-override pada kelas abstrak.
    @Override
    public void bersuara()
    {
        System.out.println("Auuww");
    }
}

// Method Final
public abstract class Mamalia()
{
    // Sintaks untuk method final:
    // <level akses> final <tipe kembalian> <nama fungsi>(<args>)

    // Method final, seperti kelas final tidak dapat di-override oleh kelas turunan,
    // sehingga menjadikannya implementasi terakhir dari method.
    public final boolean apakahBerdarahDingin()
    {
        return true;
    }
}


// Tipe Enum
//
// Tipe Enum merupakan tipe data spesial yang memungkinkan sebuah nilai dijadikan
// konstan awal (predefined). Variabel setidaknya harus memiliki nilai yang sama
// dengan salah satu dari enum-enum yang telah ditentukan. Karena nilainya merupakan
// konstan, untuk itu penamaannya menggunakan huruf kapital (uppercase). Dalam Java,
// Enum didefinisikan dengan kata kunci "enum". Contohnya nama-nama hari dalam semunggu:

public enum Hari {
    SENIN, SELASA, RABU, KAMIS,
    JUMAT, SABTU, MUNGGU 
}

// Cara menggunakan Enum:
public class CobaEnum {

    // Variabel Enum
    Hari hari;

    // Konstruktor
    public CobaEnum(Hari hari) {
        this.hari = hari;
    }

    public void tampilkanKeterangan() {
        switch (day) {
            case SENIN:
                System.out.println("Senin adalah hari yang menyebalkan.");
                break;

            case JUMAT:
                System.out.println("Jumat adalah hari yang singkat.");
                break;

            case SABTU: 
            case MINGGU:
                System.out.println("Akhir pekan adalah hari yang menyenangkan.");
                break;

            default:
                System.out.println("Hari kerja yang biasa saja.");
                break;
        }
    }

    public static void main(String[] args) {
        CobaEnum hariPertama = new CobaEnum(Hari.SENIN);
        hariPertama.tampilkanKeterangan();      // Senin adalah hari yang menyebalkan.
        CobaEnum hariKetiga = new CobaEnum(Hari.RABU);
        hariPertama.tampilkanKeterangan();      // Hari kerja yang biasa saja.
    }
}

// Tipe enum memiliki banyak kegunaan selain yang dicontohkan diatas.
// Tipe enum dapat memiliki isi seperti method dan variabel.
// Penjelasan lebih detail di https://docs.oracle.com/javase/tutorial/java/javaOO/enum.html

Referensi Lainnya

Link-link berikut hanya menyediakan pemahaman lebih lanjut mengenai topik diatas. Tip, trik, dan contoh lainnya dapat melakukan pencarian melalui Google atau mesin pencari yang lain.

Panduan resmi Oracle

Tutorial dan Praktik Online

Buku:


Punya saran atau mungkin koreksi? Buka sebuah Issue di Github Repo kami, atau buat sebuah Pull Request!

Awalnya merupakan kontribusi Jake Prather, dan telah diperbaharui oleh 5 contributor(s).